Gmpnews.id, Kampar, Riau – Dukungan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto terus menguat dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari anggota Dewan Koordinasi Daerah (DKD) Garda Prabowo Provinsi Riau, Reno Ardiansyah Purba, melalui Proneur Business Incubator yang siap menginkubasi serta menyalurkan seed funding kepada 250 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. (13/01/2026)
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu kebijakan strategis Presiden Prabowo yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan. Melalui konsep koperasi, masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan ekonomi, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai ruh perekonomian nasional.
Proneur Business Incubator merupakan lembaga inkubator bisnis resmi yang pengelolaannya telah diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021. Berlandaskan regulasi tersebut, Proneur Business Incubator menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh program pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran.
Founder sekaligus Ketua Proneur Business Incubator, Reno Ardiansyah Purba, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Garda Prabowo, menyampaikan optimismenya terhadap arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Seluruh program pemerintah di era Presiden Prabowo sangat visioner, terukur, dan pro rakyat. Khususnya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diyakini mampu menghidupkan kembali ekonomi nasional melalui semangat gotong royong masyarakat Indonesia,” ujar Reno.
Dalam mendukung percepatan penguatan koperasi, Proneur Business Incubator mengusung pendekatan Rapid Incubation, yakni metode inkubasi bisnis yang dirancang untuk menghasilkan dampak signifikan dalam waktu yang efisien. Program ini difokuskan pada dua agenda utama bimbingan teknis (Bimtek), yaitu:
1. Penguatan Kelembagaan dan Business Matching
Berfokus pada pembenahan struktur internal koperasi agar lebih profesional, sekaligus membuka akses pendanaan melalui pertemuan dengan investor maupun lembaga keuangan. Setelah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menerima seed funding, kepercayaan investor dan lembaga keuangan diyakini akan semakin meningkat.
2. Bimtek Auditor Internal Koperasi
Membekali pengurus koperasi dengan kemampuan pengawasan mandiri guna memastikan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Reno menambahkan, berdasarkan hasil pemetaan lapangan, masih banyak pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Provinsi Riau yang belum memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, khususnya dalam pengelolaan koperasi modern berbasis sistem digital pemerintah seperti Simkopdes, DigiKoperasi, dan PaDI UMKM.
“Oleh karena itu, Rapid Incubation kami rancang secara khusus untuk menjawab tantangan tersebut,” jelasnya.
Kehadiran Tim Magang Nasional Proneur Business Incubator disambut langsung oleh Indrawati Idris, SE, M.Si, selaku Kepala Bidang Bina Kelembagaan dan Penyuluhan Koperasi. Ia mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh seluruh rangkaian program pendampingan.
Menurutnya, pendampingan intensif berbasis inkubasi bisnis dan pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, Tim Magang Nasional Proneur Business Incubator turut menyerahkan surat tembusan kepada Bupati Kampar, yang diterima langsung oleh staf administrasi Kantor Bupati Kampar. Dengan tersampaikannya tembusan tersebut, diharapkan program inkubasi koperasi ini memperoleh dukungan penuh dari sisi kebijakan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Ke depan, Proneur Business Incubator berharap Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Kampar dapat menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Provinsi Riau dalam mengelola potensi ekonomi lokal secara modern dan berkelanjutan.
“Langkah ini menjadi awal kolaborasi pentahelix di Provinsi Riau untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dari lini terkecil, yaitu desa,” tutup Reno. (Syz08)

