Gmpnews.id, Pemalang – Kehidupan petani di Desa Penusupan, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, menyimpan kisah perjuangan panjang yang penuh ketekunan dan harapan akan kesejahteraan. Minggu (31/06/2026)
Salah satunya datang dari Irin, seorang petani yang telah mengabdikan dirinya di dunia pertanian selama lebih dari 30 tahun, sejak usia remaja hingga saat ini. Baginya, bertani bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari kehidupan yang telah melekat dan menjadi sumber penghidupan keluarga.
“Sejak muda saya sudah turun ke sawah. Sampai sekarang tetap bertani, karena ini sudah jadi jalan hidup,” ujar Irin.
Senada dengan itu, Muhlani, petani lainnya di Desa Penusupan, juga merasakan perjalanan panjang dalam dunia pertanian. Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, tantangan terbesar yang dihadapi para petani adalah kesulitan dalam memperoleh pupuk.
“Dulu kami cukup kesulitan saat pembelian pupuk. Kadang sulit didapat, kadang harganya tidak terjangkau,” ucap Muhlani.
Namun, seiring berjalannya waktu, permasalahan tersebut perlahan mulai teratasi berkat peran aktif aparatur desa setempat yang membantu memperlancar distribusi dan akses pupuk bagi para petani.
“Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik. Aparatur desa dan pemerintah ikut membantu, jadi kami lebih mudah mendapatkan pupuk,” tambahnya.
Meski demikian, para petani tetap berharap perhatian dari pemerintah tidak berhenti sampai di sini. Mereka menginginkan adanya keberlanjutan program yang benar-benar berpihak kepada petani, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan petani-petani di desa, supaya kami bisa lebih sejahtera dan hasil pertanian juga semakin baik,” harap Irin.
Kisah Irin dan Muhlani menjadi cerminan nyata bahwa di balik setiap hasil panen, terdapat kerja keras, kesabaran, dan harapan besar dari para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan bangsa. (Syz08)