Gmpnews.id, Jakarta — Dalam upaya menjaga kualitas cita rasa sekaligus memastikan kandungan gizi makanan, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Halim Perdanakusuma 2, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, melibatkan tenaga chef profesional dalam pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumat (03/07/2026)
Kepala SPPG Halim Perdanakusuma 2, Andhika Suryananggala, menjelaskan bahwa aspek rasa memiliki peran penting dalam meningkatkan nafsu makan para penerima manfaat. Oleh karena itu, pihaknya mempercayakan proses memasak kepada tenaga chef berpengalaman.
“Untuk proses memasak, kami menggunakan chef. Hal ini karena kualitas rasa sangat memengaruhi nafsu makan penerima manfaat. Chef yang kami libatkan merupakan mantan juru masak restoran bintang lima,” ujar Andhika saat diwawancarai, dilansir astakom.com Senin (29/6/2026).
Langkah tersebut mencerminkan komitmen SPPG dalam menerapkan standar tinggi, tidak hanya dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga kepuasan rasa bagi para penerima manfaat program.
Meski melibatkan tenaga profesional, Andhika menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat sekitar tetap menjadi bagian penting dalam operasional dapur SPPG. Warga lokal dilibatkan dalam berbagai aktivitas pendukung.
“Iya, kami tetap memberdayakan warga sekitar, seperti untuk proses pemotongan sayur dan pencucian peralatan makan,” jelasnya.
Ia menambahkan, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi dan pencegahan stunting pada anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Dalam operasionalnya, SPPG Halim Perdanakusuma 2 mampu memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan setiap hari. Distribusi makanan tersebut menjangkau enam sekolah serta satu posyandu di wilayah sekitar.
Selain kapasitas produksi, aspek kebersihan dan kualitas bahan pangan menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan standar layanan yang harus dipenuhi, termasuk kepatuhan terhadap berbagai sertifikasi yang berlaku.
“Kebersihan menjadi hal utama karena kami bergerak di bidang pelayanan. Kami juga mengikuti berbagai sertifikasi untuk memastikan standar tetap terjaga,” ungkap Andhika.
Sebelumnya, SPPG Halim Perdanakusuma 2 juga telah menerima bantuan hibah berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, pada Kamis (7/5/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan PT Pakar IPAL Indonesia, sebagai langkah strategis untuk memastikan operasional dapur tetap ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran.
Dapur SPPG Halim Perdanakusuma 2 membuktikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menitikberatkan pada kandungan gizi, tetapi juga kualitas rasa, kebersihan, dan standar pengolahan makanan.
Di sisi lain, program ini turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, sehingga memberikan manfaat ganda, baik dari aspek kesehatan maupun pemberdayaan ekonomi lokal. (*/Rd21)