GMPNEWS.ID, KUANTAN SINGINGI – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau yang akan berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga momentum strategis dalam mengakselerasi ekonomi daerah. Proneur Business Incubator, sebagai lembaga yang fokus pada inkubasi bisnis teknologi sesuai dengan amanat PP Nomor 7 Tahun 2021, menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Kopdagrin). 08/06/2026
Kesepakatan kolaborasi ini tercapai setelah pertemuan strategis antara Ketua Proneur Business Incubator, Reno Ardiansyah Purba, dengan Kepala Dinas Kopdagrin Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Masnur, MM. Pertemuan tersebut membuahkan komitmen bersama untuk menjadikan momentum MTQ ke-44 sebagai pilot project dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis ekonomi kreatif. Karena berdasarkan pengalaman selama ini, setiap event event yang diadakan di Kabupaten Kuantan Singingi hanya menghasilkan tumpukan sampah yang tidak sebanding dengan PAD nya.
Reno Ardiansyah Purba, yang dikenal sebagai Praktisi Inkubasi Bisnis Teknologi dan Science Techno Park Nasional, menekankan bahwa gelaran besar seperti MTQ adalah kesempatan emas untuk memamerkan potensi lokal kepada khalayak luas.
“Kami bersepakat dengan Dinas Kopdagrin bahwa ini adalah pintu masuk yang tepat. Kita tidak hanya ingin sekadar meramaikan, tetapi ingin menciptakan dampak ekonomi yang terukur. MTQ ke-44 akan kita jadikan pilot project untuk pemetaan dan pengembangan potensi ekonomi kreatif yang nantinya akan berkontribusi langsung pada PAD Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Reno.
Lebih lanjut, Reno menjelaskan bahwa potensi ekonomi Kuansing jauh lebih luas jika dikelola dengan pendekatan profesional dan berbasis digital. la menyoroti beberapa sektor kunci yang menjadi fokus pengembangan, mulai dari pemberdayaan UMKM, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pendalaman Kerja Sama Operasional (KSO) Agrinas, hingga langkah strategis penarikan investor, baik skala nasional maupun internasional.
“Jika semua sektor ini dikonsolidasikan dengan tata kelola yang profesional, maka hasilnya akan menciptakan nilai PAD yang fantastis bagi Kabupaten Kuantan Singingi. Hal ini selaras dengan harapan dan arahan langsung dari Bupati Kuantan Singingi, Dr. Suhardiman Amby, untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi daerah,” tambah Reno.
Kunci keberhasilan program ini terletak pada sistem yang transparan dan akuntabel. Menurut Reno, langkah paling efektif adalah dengan menggandeng inkubator bisnis teknologi yang berpengalaman dan memiliki jaringan luas.
Proneur Business Incubator hadir dengan membawa konsep integrasi nyata berbasis digital. Melalui konsep ini, potensi ekonomi daerah yang sebelumnya bersifat pasif akan diubah menjadi sektor-sektor yang produktif, dengan transparansi data yang terjaga. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memodernisasi pengelolaan ekonomi daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kuantan Singingi.
Dengan dukungan penuh dari Dinas Kopdagrin dan visi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi prototipe bagi daerah lain dalam memanfaatkan ajang nasional sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi local. (Tim GMP)