Gmpnews id, Lebak, Banten — Tradisi adat tahunan Seren Taun ke-341 yang digelar oleh masyarakat Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam, mulai 6 hingga 13 Juli 2026, dengan cuaca yang mendukung sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar. 13/07/2026)
Perayaan dipusatkan di kawasan kampung rumah adat yang berada di dua desa, yakni Desa Cipta Mulya dan Desa Kujang Sari. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun terakhir, sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur.
Pimpinan adat Kasepuhan Cisitu, Abah H. Yoyo Suhenda yang akrab disapa Abah Uta, menjelaskan bahwa Seren Taun memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat adat.
“Seren Taun merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas hasil panen. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelestarian adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.
Berbagai rangkaian kegiatan adat dan hiburan tradisional turut memeriahkan acara, di antaranya pertunjukan tari tradisional, jaipongan, musik rakyat, wayang golek, serta prosesi penyimpanan hasil panen padi ke dalam lumbung (leuit). Selain itu, terdapat pula ritual adat seperti ngare-nremoken, tawasulan, hingga salamatan bongokan.
Salah satu agenda penting adalah kirab budaya yang digelar pada Minggu, 12 Juli 2026. Prosesi ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap benih padi yang akan ditanam kembali pada musim tanam berikutnya, sekaligus simbol keseimbangan antara manusia dan alam.
Rangkaian acara akan ditutup dengan ritual sakral Jatnikah Rasul Seren Taun pada hari terakhir, yang hanya diikuti oleh kalangan tertentu dalam komunitas adat.
Perayaan ini juga dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Wakil Bupati Lebak, unsur kepolisian dari Polsek Cibeber dan Polres Pandeglang, Satpol PP, aparatur desa, serta masyarakat dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bogor, Jakarta, dan wilayah lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Uta juga menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan pengakuan yang utuh terhadap masyarakat adat.
“Kami berharap pengakuan terhadap masyarakat adat diberikan secara penuh, agar keberlangsungan tradisi dan nilai-nilai budaya ini tetap terjaga,” tegasnya.
Selain itu, pelaksanaan Seren Taun tahun ini turut mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah, baik melalui program Dana Indonesian Kementerian Kebudayaan maupun fasilitasi dari pemerintah daerah setempat.
Dengan usia yang telah mencapai lebih dari tiga abad, Seren Taun Kasepuhan Cisitu tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga representasi kearifan lokal, ketahanan pangan tradisional, serta identitas budaya bangsa yang patut dijaga dan dilestarikan.
Kontributor Kabupaten Sukabumi: Hd,Jy
Editor: Syz08