SPPG Halim Perdanakusuma Dorong Pengelolaan Sampah, Gandeng Kelurahan dan Kecamatan Salurkan 25 Tong 

Gmpnews.id, Jakarta – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Lanud Halim Perdanakusuma memperkuat sinergi dengan Kecamatan Makasar dan Kelurahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, melalui program kolaboratif yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan lingkungan, Kamis (30/7/2026).

Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan penyaluran sebanyak 25 unit tong plastik yang akan digunakan untuk pemilahan sampah, khususnya sampah plastik dan sampah organik (sisa makanan), guna menciptakan pengelolaan limbah yang lebih tertata di wilayah Halim Perdanakusuma.

Selain fokus pada aspek lingkungan, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong pemerataan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat penerima manfaat di kawasan tersebut.

Kepala SPPG Halim Perdanakusuma 2, Andhika Suryananggala, menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sinergitas SPPG se-Lanud Halim Perdanakusuma bersama Kecamatan Makasar dan Kelurahan Halim Perdanakusuma diwujudkan melalui pemberian 25 tong plastik untuk pemilahan sampah, sekaligus mendorong pemerataan penerima manfaat MBG di wilayah ini,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Andhika, program ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan terorganisir.

“Manfaatnya, pengelolaan sampah di wilayah Halim Perdanakusuma menjadi lebih tertata dan teratur,” tambahnya.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen SPPG dalam menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari pencemaran, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

Di sisi lain, program ini juga memperkuat upaya pemerataan gizi melalui MBG, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting.

“Pemerataan penerima manfaat di wilayah ini diharapkan mampu membantu pemenuhan gizi seimbang bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sehingga dapat menekan angka stunting,” jelas Andhika.

Inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mempercepat penurunan stunting, sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045.

Kolaborasi antara SPPG, pemerintah kecamatan, dan kelurahan di Halim Perdanakusuma menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Integrasi antara pemerataan gizi dan pengelolaan sampah yang baik diyakini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *