Gmpnews.id, Dumai, Riau — Kejuaraan Sepak Takraw Garda Cup 2026 mencatat sejarah baru dalam upaya melestarikan olahraga tradisional sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Prabowo Dumai, Syahrial Umar, tersebut mengangkat kembali permainan tradisional yang memiliki akar kuat dalam sejarah dan kebudayaan Melayu. Sabtu (29/08/2026)
Garda Cup 2026 tidak hanya diposisikan sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Syahrial Umar, sepak takraw atau yang dalam tradisi masyarakat dikenal sebagai sepak raga merupakan bagian dari sejarah masyarakat Melayu dan telah dimainkan sejak masa Kesultanan Melayu Melaka.
“Sepak takraw atau sepak raga bukan sekadar olahraga, tetapi bagian dari warisan budaya Melayu yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui Garda Cup 2026, kami ingin menghidupkan kembali semangat masyarakat terhadap olahraga tradisional yang mulai kurang mendapat perhatian,” ujar Syahrial.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Garda Cup 2026 merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan olahraga tradisional, khususnya di wilayah Riau yang memiliki keterikatan kuat dengan kebudayaan Melayu.
“Ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, budaya, seni, dan olahraga tradisional yang mulai terpinggirkan. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal olahraga modern, sementara warisan budaya sendiri perlahan dilupakan,” katanya.
Selain aspek kebudayaan, Syahrial menegaskan bahwa Garda Cup 2026 memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membangun kerukunan, kebersamaan, serta memperkuat persatuan masyarakat.
“Juara memang penting dalam sebuah kompetisi, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu membangun kerukunan dan persatuan. Kita ingin masyarakat tetap berpikir positif, aktif, dan kreatif dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Garda Cup 2026, persaingan berlangsung antartim dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan. RT 11 berhasil keluar sebagai Juara I, disusul RT 12 sebagai Juara II dan RT 09 sebagai Juara III. Sementara itu, Tim Sepak Takraw Garda Prabowo meraih posisi Juara Harapan I.
Penyerahan hadiah, trofi, dan sertifikat berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan. Para peserta dan tim mengaku puas atas capaian yang diraih sekaligus mengapresiasi terselenggaranya kompetisi yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan bersilaturahmi.
Syahrial menambahkan, semangat kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Berpikir positif, kreatif, dan inovatif merupakan kunci untuk membangun kehidupan yang produktif dan bermakna. Semangat seperti ini harus terus kita tumbuhkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, persatuan dapat terancam apabila masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi palsu, provokasi, maupun ujaran kebencian.
“Kita harus bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya dan ikut menyebarkan hoaks, provokasi, ataupun ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan,” imbuh Syahrial.
Lebih lanjut, Syahrial menegaskan bahwa mempererat persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Keberagaman suku, agama, ras, dan golongan, menurutnya, harus menjadi kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan.
“Mempererat persatuan bangsa adalah tanggung jawab seluruh warga negara. Di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan, diperlukan komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan NKRI,” pungkasnya.
Melalui Garda Cup 2026, DKC Garda Prabowo Dumai berharap olahraga tradisional seperti sepak takraw kembali mendapatkan tempat di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana membangun solidaritas, mempererat silaturahmi, dan menanamkan semangat kebangsaan.
DKC Garda Prabowo Dumai sendiri menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan persuasif, termasuk dalam mendukung berbagai kegiatan positif yang sejalan dengan semangat pembangunan masyarakat dan persatuan Indonesia. (Syz08)