Gmpnews.id, Bekasi – Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban longsoran sampah di TPST Bantargebang. Dari total 13 korban yang dilaporkan hilang, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia dan enam lainnya selamat.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan operasi pencarian resmi dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
“Dengan ditemukannya semua korban dan tidak ada laporan tambahan mengenai orang hilang, operasi pencarian dan penyelamatan dinyatakan ditutup,” kata Desiana dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Longsoran tumpukan sampah terjadi pada Minggu sore dan menimbun sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi, termasuk pemilik kios, sopir truk, serta para pemulung yang bekerja di area pengolahan sampah tersebut.
Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan alat berat seperti ekskavator untuk mengangkat material longsoran yang menimbun korban.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di kawasan TPST Bantargebang. Insiden serupa pernah terjadi pada 2005 dan menelan puluhan korban jiwa.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lokasi pengolahan sampah seluas lebih dari 110 hektare tersebut setiap hari menerima sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah dari wilayah Jakarta. Kondisi kelebihan kapasitas dinilai menjadi salah satu faktor risiko terjadinya longsor di area tersebut. (Rd21)

