Gmpnews.id, Riau – Proneur Business Incubator resmi meluncurkan program Akselerasi Koperasi 2026 Chapter Kampar sebagai langkah strategis memperkuat sektor ekonomi desa dan mendorong transformasi Koperasi Desa Merah Putih menjadi entitas bisnis modern, transparan, dan berdaya saing nasional. (03/02/2026)
Kabupaten Kampar ditetapkan sebagai daerah percontohan (pilot project) di Provinsi Riau, sekaligus menjadi pionir pengembangan koperasi desa berbasis teknologi, tata kelola profesional, dan akses permodalan skala besar.
Program ini menghadirkan paket lengkap penguatan koperasi, mulai dari digitalisasi sistem, sertifikasi profesi, hingga akses pendanaan usaha mencapai Rp50 miliar.
Digitalisasi Koperasi Desa: Simkopdes, Digikoperasi hingga PadiUMKM
Melalui program Akselerasi Koperasi 2026, Proneur Business Incubator memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) GRATIS untuk penguatan kelembagaan koperasi desa. Fokus utama diarahkan pada migrasi sistem administrasi konvensional menuju digitalisasi koperasi terintegrasi.
Para pengurus koperasi akan dibekali pelatihan penggunaan platform nasional yang disiapkan pemerintah pusat, di antaranya:
•Simkopdes dan Digikoperasi, sistem manajemen keuangan dan keanggotaan berbasis cloud
•PadiUMKM, sebagai akses pasar digital dan pengadaan barang/jasa nasional guna memperluas skala bisnis koperasi desa
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta profesionalisme pengelolaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Internal (Paralegal) dengan gelar non-akademik Certified Paralegal & Local Auditor (CPLA) yang diberikan secara gratis.
Auditor internal bersertifikat CPLA akan menjadi garda terdepan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan koperasi sejak dari akar rumput. Keberadaan auditor lokal ini diyakini mampu meminimalkan potensi penyimpangan dana serta meningkatkan kepercayaan anggota terhadap pengelolaan koperasi.
Menjawab tantangan klasik permodalan, Proneur Business Incubator membuka akses pendanaan usaha langsung hingga Rp50 miliar. Pendanaan ini didukung oleh puluhan Perusahaan Mitra Proneur yang siap berinvestasi pada unit-unit bisnis produktif milik Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami tidak ingin koperasi hanya menjadi papan nama. Dengan seed funding hingga Rp50 miliar dan pendampingan intensif, koperasi desa di Kampar harus mampu bersaing dengan perusahaan swasta dalam mengelola potensi lokal,” ujar Reno Ardisanyah Purba, Founder sekaligus Ketua Proneur Business Incubator.
Program Akselerasi Koperasi 2026 Chapter Kampar direncanakan diikuti oleh seluruh Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Kampar, dengan dukungan lintas sektor mulai dari Pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi, hingga Pemerintah Pusat.
Pendaftaran peserta dilakukan secara resmi melalui platform ehub.kemenkopukm.go.id, sistem digital milik Kementerian Koperasi dan UKM yang menjadi mitra kolaborasi Proneur Business Incubator dalam menjaring koperasi desa yang siap naik kelas.
Sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Kampar, di antaranya Krido (Desa Tambusai) dan Dedi (Desa Batang Batindih), menyambut antusias program ini. Mereka menilai Akselerasi Koperasi 2026 menjadi solusi konkret atas keraguan pengurus koperasi dalam melangkah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada hibah pemerintah.
Dengan dimulainya Chapter Kampar, Provinsi Riau diharapkan menjadi mercusuar pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan model nasional penguatan ekonomi desa berbasis investasi berkelanjutan. (Prb08)

