GMPNEWS.ID, KABUPATEN TEGAL – Perhelatan akbar Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Pejuang Marhaenis Nusantara (PMN) Kabupaten Tegal periode 2026–2031 berlangsung lancar dan khidmat. Kegiatan ini digelar pada Senin, 1 Juni 2026 di Café & Resto Sendjati Rodjo Tater, Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kemasyarakatan, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca). Turut hadir jajaran pengurus Dewan Pimpinan Provinsi PMN, Sekretaris Jenderal DPP PMN Bung Juang Kristanto, Bendahara Nasional Bung H. Mulyadi, serta seluruh peserta dari DPK dan DPC se-Kabupaten Tegal.
Momentum kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni. Tanggal tersebut memiliki makna historis ketika Bung Karno menyampaikan pidato yang melahirkan konsep dasar negara Pancasila pada 1 Juni 1945. Dalam semangat itulah, PMN menegaskan komitmennya sebagai penerus ajaran Marhaenisme, yang diyakini menjadi salah satu fondasi ideologis lahirnya Pancasila.
Dalam sambutannya, H. Chalimi yang terpilih sebagai Ketua DPK PMN Kabupaten Tegal periode 2026–2031, menegaskan kedekatannya dengan ajaran Bung Karno, khususnya Marhaenisme yang menolak segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. Ia juga mengaitkan nilai tersebut dengan konsep Mustadh’afin dalam Al-Qur’an, yakni kelompok masyarakat yang dilemahkan dan tertindas.
“Perjuangan melawan penindasan adalah amanat kemanusiaan. Marhaenisme tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal bagi perjuangan keadilan di dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPP PMN Jawa Tengah yang akrab disapa Bung Christo menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan acara. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme kader dan kemeriahan kegiatan, mulai dari pemasangan ribuan bendera hingga baliho yang terpampang di sepanjang jalan menuju lokasi acara.“Saya salut dengan DPK PMN Kabupaten Tegal. Semangat ini luar biasa dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Nasional PMN H. Mulyadi yang mewakili Ketua Umum H. Heru Subiantoro—yang berhalangan hadir karena tugas di luar Pulau Jawa—menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teori perjuangan dalam berorganisasi, sebagaimana diajarkan Bung Karno. Menurutnya, perjuangan tanpa landasan teori akan kehilangan arah dan berpotensi menjadi tindakan tanpa tujuan yang jelas.
“Sebagai kader Bung Karno, kita harus terus belajar. Buka kembali buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi’ jilid 1 dan 2. Ambil apinya, bukan abunya,” tegasnya.
Ia menambahkan, kader PMN harus siap mengimplementasikan ajaran Marhaenisme dalam tindakan nyata, dengan keberpihakan kepada rakyat kecil, kaum miskin, dan mereka yang terpinggirkan oleh sistem yang tidak adil.
Acara ditutup dengan semangat kebersamaan dan seruan perjuangan: Merdeka… Marhaen Jaya!
Kontributor: GMP News Kabupaten Brebes – Godhy.M