GMPNEWS.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai kepala lembaga tersebut, menggantikan Dadan Hindayana.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa malam. Ia menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kinerja lembaga yang berperan penting dalam pemenuhan gizi nasional.
“Presiden memutuskan melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi pejabat sebelumnya,” ujar Prasetyo Hadi.
Selain mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
BGN sendiri merupakan lembaga non-kementerian yang memiliki tugas utama memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah sejak masa kampanye Pilpres 2024.
Dadan Hindayana tercatat sebagai Kepala BGN pertama sejak dilantik pada Agustus 2024. Dalam masa jabatannya, ia didampingi sejumlah wakil, termasuk Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Namun, dalam perjalanannya, program MBG menghadapi berbagai tantangan, termasuk munculnya kasus keracunan pada sejumlah siswa penerima manfaat. Kondisi tersebut mendorong evaluasi menyeluruh, termasuk pembekuan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra penyedia makanan.
Berdasarkan data terbaru, sejak program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang beroperasi, sebanyak 8.182 unit tercatat pernah mengalami penangguhan operasional.
Sementara itu, capaian program MBG terus berkembang. Hingga Maret 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai lebih dari 61 juta orang, dengan mayoritas merupakan siswa sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum baru bagi BGN untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan program gizi nasional berjalan lebih efektif dan aman bagi masyarakat. (Syz08)