Gmpnews.id, Sukabumi – Sebuah mobil tronton mengalami kecelakaan tunggal setelah tergelincir dan masuk ke jurang di Tanjakan Cisarakan, Kampung Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu malam (15/08/2026).
Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil tronton yang dikemudikan Ojid, warga Malingping, Rangkasbitung, Banten, bersama seorang rekannya bernama Opung.
Keduanya diketahui sedang dalam perjalanan pulang setelah sebelumnya mengantarkan barang ke kawasan tambak udang di wilayah Ujung Genteng, Sukabumi.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lokasi, kendaraan tersebut sebelumnya berangkat dari wilayah Jakarta Utara menuju kawasan tambak udang di Ujung Genteng untuk mengirimkan sejumlah barang yang berkaitan dengan kebutuhan operasional tambak, di antaranya perlengkapan atau bahan pembersih air.
Setelah proses pengiriman barang selesai, kendaraan kemudian melanjutkan perjalanan menuju arah Rangkasbitung. Namun, saat melintasi Tanjakan Cisarakan yang memiliki kondisi jalan menanjak dan cukup menantang bagi kendaraan berat, tronton tersebut diduga mengalami kendala sehingga tidak mampu melanjutkan laju kendaraan.
Kendaraan kemudian bergerak mundur. Dalam kondisi tersebut, tronton diduga kehilangan kendali dan tergelincir hingga keluar dari badan jalan. Kendaraan akhirnya masuk ke area jurang di sisi jalan. Beruntung, pengemudi bersama seorang rekannya berhasil menyelamatkan diri. Keduanya dilaporkan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius.
Pengemudi tronton, Ojid, membenarkan bahwa kendaraan yang dikemudikannya baru saja menyelesaikan perjalanan dari kawasan tambak udang di Ujung Genteng sebelum kecelakaan terjadi.
Menurut Ojid, dirinya bersama Opung saat itu sedang dalam perjalanan kembali menuju wilayah Rangkasbitung setelah menyelesaikan pengiriman barang. Perjalanan tersebut sebelumnya berlangsung dari Jakarta Utara menuju Ujung Genteng.
“Sudah dari tambak udang Ujung Genteng, mau pulang,” ujar Ojid saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Ojid menjelaskan, kendaraan yang dikemudikannya membawa barang yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional tambak udang. Setelah barang diturunkan di lokasi tujuan, kendaraan kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
“Barangnya untuk kebutuhan tambak udang. Setelah selesai mengantar, kami langsung melanjutkan perjalanan pulang,” kata Ojid.
Menurut dia, kecelakaan terjadi ketika kendaraan memasuki kawasan Tanjakan Cisarakan. Saat berada di jalan menanjak, kendaraan mengalami kendala dan kemudian tidak dapat melanjutkan laju seperti yang diharapkan.
“Waktu di tanjakan, kendaraan kemudian mundur. Kami berusaha mengendalikan kendaraan, tetapi akhirnya tergelincir dan masuk ke jurang,” jelasnya.
Ojid menuturkan bahwa situasi berlangsung cukup cepat. Ketika kendaraan mulai bergerak mundur, dirinya berupaya mengendalikan arah kendaraan agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya. Namun, kondisi medan dan posisi kendaraan membuat tronton akhirnya keluar dari badan jalan.
“Kami berusaha supaya kendaraan tetap terkendali. Tapi karena kendaraan sudah mundur dan tergelincir, akhirnya masuk ke bawah,” ungkapnya.
Meski kendaraan mengalami kecelakaan cukup berat hingga masuk ke area jurang, Ojid bersyukur dirinya dan rekannya dapat menyelamatkan diri.
“Alhamdulillah kami berdua selamat. Tidak ada yang terluka,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa sebelum kejadian tidak ada persoalan dengan pengguna jalan lain. Kecelakaan tersebut merupakan insiden tunggal yang terjadi ketika kendaraan sedang melintasi tanjakan.
Setelah kejadian, pihak pengemudi kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak terkait, termasuk pihak perusahaan dan kepolisian terdekat. Laporan dilakukan untuk memastikan penanganan kecelakaan serta proses evakuasi kendaraan dapat dilakukan dengan aman.
Evakuasi Kendaraan Menunggu Penanganan
Pasca kecelakaan, warga sekitar bersama pihak terkait turut membantu melakukan penanganan awal di lokasi. Posisi tronton yang berada di area jurang membuat proses evakuasi kendaraan tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan membutuhkan peralatan serta kendaraan khusus.
Warga yang berada di sekitar lokasi juga membantu memastikan kondisi kedua awak kendaraan. Setelah dipastikan selamat, perhatian kemudian difokuskan pada pengamanan lokasi dan penanganan kendaraan.
Kondisi Tanjakan Cisarakan yang merupakan jalur dengan medan menanjak menjadi perhatian, khususnya bagi kendaraan berat. Pengemudi kendaraan besar diimbau lebih berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan serta memperhatikan kemampuan kendaraan saat melintasi jalur menanjak.
Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terdapat kendaraan berat yang sedang melintas maupun ketika proses evakuasi kendaraan dilakukan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kecelakaan tersebut. Sementara itu, penyebab pasti tronton mengalami kendala hingga tergelincir dan masuk ke jurang masih menunggu pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Keterangan mengenai dugaan kendala kendaraan maupun kondisi jalan dalam kecelakaan tersebut juga masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan. Proses evakuasi kendaraan diharapkan dapat dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan di sekitar lokasi dinyatakan memungkinkan. (Hd)