Ratusan Jamaah Hadiri Sosialisasi GIM24 Bersama Gubernur Bengkulu di Masjid Agung At-Taqwa Cirebon

Gmpnews.id, Cirebon – Suasana berbeda tampak di Masjid Agung At-Taqwa Cirebon pada Selasa pagi. Sejak sebelum azan Subuh berkumandang, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk mengikuti Salat Subuh berjamaah sekaligus menghadiri sosialisasi Program Gerakan Indonesia Memakmurkan Masjid 24 Jam (GIM24) yang dipelopori oleh Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E. Selasa (16/06/2026)

Kehadiran jamaah yang begitu banyak membuat sejumlah pengurus masjid merasa terkejut sekaligus bersyukur. Tokoh masyarakat Cirebon, Al-Marwi, menilai antusiasme masyarakat menunjukkan kerinduan umat untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan.

“Alhamdulillah, pagi ini kita melihat masjid penuh oleh jamaah. Ini bukti bahwa masyarakat masih memiliki kecintaan yang besar terhadap masjid. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menghidupkannya secara berkelanjutan,” ujar Al-Marwi.

Hal senada disampaikan Haji Mukhlis, Sekretaris Masjid Agung At-Taqwa Cirebon. Ia mengaku heran sekaligus bahagia melihat membludaknya jamaah Subuh kali ini.

“Terus terang saya heran, kenapa ramai sekali Subuh hari ini. Biasanya tidak sebanyak ini. Alhamdulillah, semoga ini menjadi awal kebangkitan masjid dan jamaah semakin istiqamah memakmurkan rumah Allah,” katanya.

Dalam paparannya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur karena masih diberikan kekuatan dan kesempatan untuk melaksanakan Salat Subuh berjamaah di masjid.

“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk hadir di masjid pada waktu Subuh. Tidak semua orang mendapatkan nikmat dan kesempatan yang sama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Pada kesempatan itu, Helmi Hasan yang didampingi oleh kabag protokol Ferry E Parera, menceritakan pengalamannya saat berada di Filipina. Menurutnya, ada seseorang yang mengoreksi ketika dirinya menyebut jumlah masjid di Indonesia.

“Di Filipina ada yang mengira saya salah menyebut jumlah masjid di Indonesia satu juta. Saya katakan, benar satu juta bahkan bisa lebih. Namun persoalannya bukan pada jumlah masjidnya,” ujar Helmi yang disambut perhatian jamaah.

Ia kemudian menyampaikan harusnya masjid adalah sumber keberkahan bagi warga, tapi nyatanya…

“Kenapa masih banyak musibah dan bencana? Salah satunya karena gunung didaki, lautan diseberangi, tetapi masjid dilewati.”

Kita memiliki banyak masjid, tetapi sebagian jamaahnya masih kosong. Karena itu Helmi Hasan mengajak, di hari yang bersejarah ini, 1 Muharram 1448 Hijriah, sekalgus hari ulang tahun Cirebon yang ke 599, agar seluruh masyarakat bangkit untuk mendukung GIM24, Gerakan Indonesia Memakmurkan Masjid 24 Jam.

Menurut Helmi, saat ini banyak fasilitas yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam.

“Hari ini yang hidup 24 jam itu hotel, restoran, klinik. Bahkan kami pernah bertemu seorang penjual gorengan di Garut yang sangat nekad. Di kaca gerobaknya tertulis ‘Gorengan Buka 24 Jam’. Kalau gorengan saja bisa hidup 24 jam, mengapa masjid tidak?” ujarnya yang disambut gelak tawa para jamaah.

Melalui GIM24, Helmi Hasan berharap masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, persatuan umat, aktivitas sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan masyarakat sepanjang waktu.

Acara berlangsung penuh kehangatan dan antusiasme. Setelah kegiatan selesai, banyak jamaah bergantian mengabadikan momen bersama Gubernur Bengkulu. Para hadirin tampak terkesan dengan gagasan memakmurkan masjid 24 jam dan berbondong-bondong melakukan swafoto (selfie) bersama Helmi Hasan.

Kegiatan ditutup dengan mengundang para jama’ah masjid ke Bengkulu.

“Di Bengkulu kami ada program tamu harus dilayani minimal, 3 hari, makan, minum, tempat tinggal, cuci bajunya, bahkan kalau ada yang belum punya pasangan kami carikan jodohnya di Bengkulu” ujarnya yang disambut riuh jama’ah.

“Bagaimana mobil pengantinya? Mobil dinas gubernur boleh dipakai untuk pengantin. Bagaimana bulan madunya? Rumah dinas gubernur banyak kamar, bisa dipakai bulan madu. Bagaimana CCTV nya? CCTV dimatikan” Makin riuh dan semangat para jamaah.

“Mengucap salam itu sunnah, tapi menjawabnya wajib, maka sekarang saya sudah ucap salam di sini, para jama’ah wajib menjawabnya dengan berangkat ke Bengkulu, bersedia insya Allah?” Para hadirin menjawab “insya Allah”.

Acara diakhiri dengan doa dan komitmen untuk terus menghidupkan masjid sebagai pusat kebangkitan umat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. (sk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *