Gmpnews.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional Badan Advokasi Keadilan Rakyat Indonesia (DPN BAKRI) berkolaborasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat dan sejumlah instansi pemerintah terkait dalam membantu proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI), almarhumah Mimin binti Hoer Dayat, asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang meninggal dunia di Arab Saudi.
Jenazah almarhumah tiba di terminal kargo jenazah Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, dilakukan proses serah terima jenazah kepada pihak keluarga.
Berdasarkan keterangan keluarga, almarhumah diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Informasi tersebut masih merujuk pada keterangan keluarga dan bukan merupakan penetapan medis mengenai penyebab kematian.
Proses pemulangan jenazah tersebut melibatkan koordinasi antara DPN BAKRI, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, BP3MI Jawa Barat, aparatur desa, serta instansi terkait lainnya.
Bendahara Umum DPN BAKRI, AA Saripudin, menjelaskan bahwa pendampingan bermula ketika pihak keluarga almarhumah, Uen Dayat, menyampaikan pengaduan kepada DPN BAKRI mengenai musibah yang menimpa istrinya di Arab Saudi.
Menindaklanjuti pengaduan tersebut, DPN BAKRI segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu proses pemulangan jenazah hingga tiba di Indonesia dan diserahterimakan kepada keluarga.
“Setelah menerima pengaduan dari pihak keluarga, kami berupaya menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait. Alhamdulillah, melalui kerja sama tersebut, proses pemulangan jenazah almarhumah dapat difasilitasi hingga tiba di Tanah Air dalam kurun waktu tujuh hari,” ujar AA Saripudin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses tersebut. Menurutnya, sinergi antara organisasi pendamping dan pemerintah sangat penting, terutama ketika keluarga PMI menghadapi musibah yang membutuhkan penanganan lintas negara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, BP3MI Jawa Barat, Kementerian Luar Negeri, KP2MI, KBRI Riyadh, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur, aparatur desa, serta seluruh instansi terkait yang telah memberikan dukungan dan membantu proses pemulangan jenazah almarhumah. Bagi kami, ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kerja sama kemanusiaan,” ujarnya.
Di tengah suasana duka, Uen Dayat selaku suami almarhumah Mimin binti Hoer Dayat menyampaikan rasa terima kasih kepada DPN BAKRI dan Pemerintah Republik Indonesia beserta seluruh instansi terkait yang telah membantu proses pemulangan jenazah istrinya dari Arab Saudi ke Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan dan pendampingan tersebut sangat berarti bagi keluarga, terutama dalam menghadapi situasi sulit setelah kehilangan orang tercinta di negara lain.
“Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPN BAKRI dan Pemerintah Republik Indonesia, serta seluruh instansi terkait yang telah membantu proses kepulangan jenazah istri saya dari Arab Saudi hingga tiba di Indonesia. Kami sangat menghargai bantuan, perhatian, dan pendampingan yang diberikan kepada keluarga kami,” ujar Uen Dayat.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena jenazah istrinya dapat kembali ke Tanah Air sehingga keluarga dapat menerima dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.
“Bagi kami sebagai keluarga, kepulangan jenazah istri saya sangat berarti. Di tengah kesedihan yang kami rasakan, bantuan dari DPN BAKRI dan pemerintah memberikan harapan serta meringankan beban keluarga. Semoga seluruh pihak yang telah membantu mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ujarnya.
Dalam proses serah terima jenazah di terminal kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, turut hadir perwakilan BP3MI Jawa Barat, Indah dan Nurferdiansyah, serta perwakilan aparatur Desa Sukamantri, Kampung Sukanegara, Kabupaten Cianjur, bersama pihak terkait lainnya.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari koordinasi dalam memastikan proses pemulangan dan serah terima jenazah kepada keluarga berjalan dengan baik.
DPN BAKRI menegaskan bahwa pendampingan terhadap PMI dan keluarganya merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperjuangkan nilai keadilan, pelindungan, dan kemanusiaan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap pekerja migran tidak hanya diperlukan selama mereka bekerja di luar negeri, tetapi juga ketika menghadapi musibah dan ketika keluarga mereka membutuhkan bantuan.
DPN BAKRI berharap sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan instansi terkait dapat terus diperkuat agar penanganan persoalan PMI, termasuk pemulangan jenazah, dapat dilakukan secara terkoordinasi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. (Syz08)
